Pemandangan wisata Indonesia

Tentang Kami

Tentang LimaKaki

Blog wisata independen untuk membantumu merencanakan perjalanan yang lebih mudah, nyaman, dan bermakna.

Siapa Kami

Teman perjalananmu sejak 2015

LimaKaki adalah blog wisata independen yang membahas destinasi, kuliner, akomodasi, dan tips perjalanan di Indonesia. Kami menulis untuk kamu yang ingin tahu bukan hanya ke mana harus pergi, tetapi juga bagaimana menikmati perjalanan dengan lebih tenang dan bermakna.

Sejak 2015, kami telah menerbitkan lebih dari 2.900 artikel dari berbagai daerah. Setiap artikel disusun dari riset, pengalaman, dan sumber yang bisa dipercaya. Kami tidak menjual produk atau paket wisata; fokus kami adalah menghadirkan informasi yang jujur, praktis, dan berguna.

2.900+

Artikel

9

Destinasi

6

Kategori

Fokus Kami

Yang Kami Bahas

Tiga topik utama yang menjadi pegangan kami dalam setiap artikel.

Destinasi

Panduan objek wisata, itinerary, dan waktu terbaik untuk berkunjung ke setiap daerah.

Kuliner

Makanan khas, tempat makan, dan pengalaman rasa yang layak dicoba di tiap destinasi.

Tips & Akomodasi

Transportasi, penginapan, anggaran, dan persiapan agar perjalanan lebih lancar.

Prinsip

Cara Kami Menulis

Kami percaya artikel perjalanan yang baik harus bisa dipercaya dan langsung berguna.

  • Riset dan verifikasi. Kami memeriksa rute, harga, jam operasional, dan informasi penting lain sebelum menuliskannya.
  • Diperbarui berkala. Artikel lama kami tinjau dan perbarui agar tetap relevan dengan kondisi terbaru.
  • Tanpa clickbait. Judul dan isi dibuat jujur, jelas, dan sesuai dengan yang kamu temukan di lapangan.
  • Rekomendasi yang bisa dipakai. Setiap saran dibuat praktis, dari barang bawaan hingga rencana perjalanan harian.
Pejalan kaki menyusuri jalur hijau di pegunungan
Foto oleh Thủy Vũ di Unsplash

Cerita Nama

Kenapa LimaKaki?

Istilah lima kaki mungkin terdengar asing dibanding kaki lima. Padahal, pada masa pemerintahan Belanda, setiap jalan diwajibkan memiliki trotoar selebar lima kaki, sekitar satu setengah meter.

Seiring waktu, trotoar banyak dipakai pedagang untuk berjualan. Mereka lalu dikenal sebagai pedagang kaki lima, meski yang dimaksud sebenarnya adalah pedagang lima kaki atau pedagang trotoar.

Kami memilih frasa lima kaki karena trotoar adalah simbol pejalan kaki, orang yang berjalan dan menjelajah. Dari situlah LimaKaki tumbuh: ruang untuk mereka yang ingin melangkah lebih jauh dan melihat Indonesia dari dekat.

Kolaborasi

Untuk Pembaca & Mitra

Untuk Pembaca

Jelajahi panduan destinasi, itinerary, dan tips perjalanan yang bisa langsung kamu pakai. Berlangganan newsletter untuk menerima artikel terbaru.

Untuk Mitra

Kami menerima kontribusi artikel wisata dan traveling dengan maksimal tiga tautan keluar. Untuk kerja sama, undangan liputan, atau pertanyaan lain, silakan hubungi kami.

Mulai Perjalanan

Siap merencanakan perjalanan berikutnya?

Temukan inspirasi destinasi dan tips praktis di LimaKaki.

Scroll to Top