Posts by uzi

Destinasi wisata unggulan Yogyadi kawasan lava bantal

Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X, mendorong pengembangan kawasan wisata lava bantal di Kecamatan Berbah, Sleman.
Sehingga, mengharapkan situs geo heritage itu ke depan bisa menjadi destinasi wisata andalan.

Lava Bantal Berbah. (Tribun Jogja/Hamim)
Sultan mengatakan, kawasan lava bantal tersebut terdapat sebagai bagian dari geopark nasional sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut.
Terutama dengan penambahan fasilitas sarana dan prasarana yang lebih memadai dalam menampung wisatawan.
Misalnya dengan warga membuat rumah masing-masing sebagai homestay bagi pengunjung.
Pemerintah DIY dalam hal ini juga telah memberikan bantuan pembangunan joglo di sisi timur area utama lava bantal.
“Ke depan, berencana pengembangan masih bisa dilakukan. Dengan adanya homestay di kawasan ini, kunjungan tamu bisa lebih lama dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga sekitar,” kata Sultan saat meresmikan joglo dan meninjau lava bantal, Senin (30/5/2016).

Pemerintah DIY disebutnya juga berupaya membangun infrastruktur jalan penghubung kawasan lava bantal dengan kawasan geoheritage lain yang ada di Gunungkidul, yakni gunung api purba Nglanggeran.
Pembebasan lahan akan dilakukan 2017 nanti untuk petak jalur Prambanan menuju Patuk.
“Harapannya, wisatawan dari lava bantal ini juga bisa langsung ke Nglanggeran maupun sebaliknya tanpa harus melalui area kota. Cukup naik melalui Patuk. Mobilitas wisatawan jadi lebih mudah dan bisa tinggal lebih lama di Yogyakarta,” kata dia.
Namun begitu, ia mewanti-wanti agar warga setempat juga turut menjaga pengelolaan berkelanjutan dari geo heritage tersebut.
Terutama dalam mengantisipasi aksi vandalisme.

Jangan sampai ada pegunjung yang merusak lava bantal dengan mencungkil lava maupun mencorat-coretnya.
Pasalnya, lava bantal adalah merupakan pijaran lava yang sudah jutaan tahun mengendap di sekitar kali.
Ada nilai sejarah geologis yang sangat bernilai dari situs tersebut.
“Masyarakat harus bisa menjaga, jangan sampai kehadiran wisatawan justru merusak lava bantal yang ada di sini,” tegas Sultan.
Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah Sleman, Iswoyo Hadiwarno menuturkan, pemerintah berharap objek wisata ini mampu menjadi unggulan destinasi wisata Sleman ke depannya.
Sehingga, keberadaannya bisa memberi nilai tambah bagi pemasukan masyarakat.
Setelah diresmikan, pihaknya berharap masyarakat melakukan pengembangan terhadap objek wisata ini.
Di antaranya melalui festival seni, pemberdayaan, dan pembinaan masyarakat.

Kisah Sejarah Dari Makam Pendiri Kota Solo Ki Gede Sala yang Melegenda

Dalam istilah Jawa, Kuncen adalah penjaga makam yang nantinya bertugas mengkondisikan area makam agar senantiasa bersih. Sari Dewi Susanti adalah Kuncen dari Ki Gede Sala yang beralamat di Ndalem Mloyokusuman RT 001/012, Baluwarti, Surakarta, Jawa tengah. Atau lebih tepatnya ialah di dalam kompleks keraton Kasunanan Surakarta. Makam ini merupakan salah satu makam yang ramai didatangi oleh para peziarah yang mempunyai keyakinan yang begitu sakral.

Makam ini selalu ramai dengan para peziarah yang datang dari lokasi dalam kota maupun luar kota sekalipun. Para pengunjung datang tak menentu dari waktu pagi, siang, sore bahkan malam sekalipun. Hari-hari biasa maupun liburan tak menjadi pengaruh, dan para peziarah pun selalu berdatangan entah itu dari kota dekat maupun jauh. Pada malam selasa kliwon dan jumat kliwon adalah malam dengan kunjungan peziarah yang paling banyak dibandingkan hari-hari biasanya.

Para peziarah pun percaya bahwa dengan berziarah ke makam Ki Gede Sala akan memperoleh berkat. Di samping itu, di sisi makam Ki Gede Sala terdapat makam lain atas nama Kiai Carang dan Nyai Sumedang. Dalam ziarah tersebut, para peziarah memiliki kebiasaan masing-masing, seperti menabur bunga, memanjatkan do’a dan lain-lainnya. Makam yang disakralkan ini diyakini oleh para pengunjung memberikan berkah tersendiri, sehingga para peziarah yang datang tak sedikit yang mengajukan do’a dan harapan baik.

Makam Ki Gede Sala memang menjadi makam yang seringkali didatangi oleh para peziarah dari berbagai tempat. Bahkan, para peziarah itupun bukan hanya masyarakat biasa tetapi juga para pihak yang berstatus seperti pejabat negeri. Para wisatawan religius yang berkunjung rela datang dari jauh-jauh untuk berziarah ke makam Ki Gede Sala. Siapakah beliau?

Ki Gede Sala seringkali disebut sebagai pendiri kota Solo ini dan sesepuh atau orang terpercaya di Keraton Kasunanan Surakarta. Menurut Sari Dewi Susansi selaku Kuncen dari makam yang disakralkan ini, menuturkan bahwa Surakarta pada era dulu adalah rawa, dan Ki gede Sala ialah sosok yang telah mengeringkannya. Barulah selepas itu, Paku Buwono II dari Kartasura berpindah ke Desa Sala, tepatnya di tahun 1745 hingga sekarang ini.

Sang Kuncen menuturkan bahwa makan Ki Gede sala telah dikunjungi oleh banyak peziarah. Dari warga sekitar Solo hingga luar Surakarta yang notabene berasal dari kota jauh. Tak luput pula dari kunjungan ziarah dari para pejabat dan petinggi negeri. Hal ini tak hanya sekali dan cukup sering ditemui meskipun tak datang secara bersamaan. Adapun pihak-pihak bersangkutan seperti:

• Almarhum Soeharto (semasa beliau masih hidup),
• Letjen (Purn) Sarwo Edhi Wibowo,
• Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna, dan lain-lainnya.

Tak hanya para pejabat tersebut saja Pemerintah Kota Solo pun melakukan ziarah ke makam secara teratur yakni setiap memperingati hari kelahiran kota Surakarta ini. Kemudian juga di bulan Februari para pejabat tinggi di Pemerintah Kota Surakarta melakukan ziarah secara kompak tanpa terkecuali, entah itu para ketua hingga wakil ketua.

Dalam kunjungan ziarah ini, Pemerintah Kota sendiri tak hanya membawa bunga yang ditaburkan di atas makam, tetapi juga memanjatkan do’a. Selain itu, napak tilas juga dilakukan, yang mana kegiatan ini telah dimulai sejak wali kota Solo yang pertama hingga sekarang ini. Sehingga menjadi sebuah tradisi yang diaplikasikan secara turun menurun sedari masa silam sampai sekarang ini.

Long Weekend Ajak Buah Hati untuk Rekreasi Sembari Belajar di Taman Satwa Jurug Solo

Liburan sebentar maupun long weekend tentu saja dapat dimanfaatkan untuk berlibur. Akan tetapi, berpiknik sembari belajar tentu memerlukan wahana yang tepat seperti di Jurug Solo sebagai destinasi bersangkutan. Berlibur di area marga satwa tak hanya untuk bersenang-senang tepat juga belajar mengenal aneka binatang yang ada. Dimana pada biasanya pembelajaran diakses melalui media buku maupun media lainnya secara tak langsung.

Kebun binatang Jurung ini telah berdiri sekitar 4 dekade silam, tepatnya di 17 Januari 1976 yang diresmikan oleh Soepardjo Roestam selaku Gubernur Jawa tengah di kala itu. Taman Satwa Taru Jurug adalah nama lengkap dare arena wisata bermain dan belajar ini. Ada banyak sekali aneka flora dan fauna yang nantinya dapat diketahui dan diperkenalkan kenapa anak-anak.

Taman Satwa yang berdampingan dengan Sungai Bengawan Solo ini berbatasan secara langsung dengan Kabupaten Karanganyar. Berada di area strategis dan pastinya cukup mudah untuk diakses melalui transportasi pribadi maupun milik umum. Sehingga, Anda bisa mengajak keluarga jalan-jlan sehat dan belajar dengan mudah.

Dari kisah sejarahnya, Taman Satwa ini dulunya ialah Taman kota yang dimanfaatkan untuk menjaga aneka satwa dari Taman Bonrojo atau Kebun Raja. Adapun Taman tersebut dibangun oleh Paku Buwono X di tahun 1870-an yakni di area Sriwedari. Kemudian di tahun 1986, Pemerintah Kota Solo mengambil alih Kebun Binatang tersebut dan membawanya ke taman Satwa di Jurug ini. Hingga sekarang ini semakin bertambah banyak saja koleksi fauna dan flora yang dirawat dan dipelihara di sana.

Memasuki area wisata ini, para pengunjung cukup mengeluarkan biaya tiket masuk 10 ribu rupiah per harinya, dan 12 ribu rupiah di hari libur. Di Taman ini, terdapat tempat yang luas untuk bersantai bersama keluarga sembari mengenal aneka fauna maupun flora yang ada. bahkan di Taman ini ada Gajah yang paling tua, akan tetapi sudah mati. Akan tetapi, Gajah bernama Kyai rebo ini diawetkan dan dimuseumkan pada Galeri Koleksi Binatang dari Taman Jurug itu sendiri. Di depan gerbang adalah lokasinya, sehingga para pengunjung yang datang dapat menemuinya.

Adapun bagian dari koleksi di Taman ini cukup banyak, yang mana aneka satwa tersebut meliputi berikut ini:
• Keluarga unggas seperti burung merak, beo, kakak tua dan dll.
• Koleksi binatang karnivora seperti harimau sumatera, buaya, komodo, kuda nil, macan tutul, dll.
• Koleksi binatang herbivora meliputi kuda, kijang, gajah, kera, dll.

Di setiap kandang tempat dimana para fauna itu tinggal, telah tertera informasi lengkap di sisi luar. Info tersebut meliputi nama Indonesia, nama latin, asal daerah dan deskripsi lain-lainnya. Dari portal informasi inilah para pengunjung dapat mengetahui dan menambah wawasan baru melalui jalan-jalan sehat di kebun binatang ini. Namun, para pengunjung tak perlu memberikan makanan sekalipun itu disukai oleh fauna bersangkutan, karena satwa tersebut telah mendapatkan makanan dengan pas dan tepat.

Selain barisan satwa yang berjejeran, terdapat flora pula seperti pohon cemara, pohon pinus, munggur, akasia dan tanaman lainnya. Di sepanjang Taman Satwa ini, para pengunjung bisa menemui keindahan dan kenyamanan area terbuka di bawah pepohonan yang rindang. Terdapat tempat duduk yang nyaman untuk berteduh dan beristirahat sembari melepas lelah setelah berjalan-jalan mengitari Satwa.

Eksotisme Dari Sepanjang Rute Menuju Gunung Bintan

Ada banyak keindahan yang memiliki sisi eksotisme entah dari dekat maupun kejauhan. Tentu saja sebagai suatu panorama yang tak biasa-biasa saja. Keindahan yang tak membosankan jika terus disaksikan dalam rentang waktu cukup lama. Seperti halnya dengan panorama dari sepanjang rute menuju Gunung Bintan yang ada di Kepulauan Riau. Keindahan dari Gunung Bintan memang dapat disaksikan dari banyak tempat, akan tetapi, terdapat view yang lebih istimewa untuk mendapatkan panorama maksimal.

Sepanjang jalan Bintan hingga Tanjungpinang adalah area yang tepat untuk memperoleh pemandangan yang sempurna dari Gunung Bintan itu. Menikmati perjalanan sekaligus keindahan dari tempat alam yang tampak begitu fresh dan asri. Suasana eksotis tampak berbeda di sepanjang jalur ini, sehingga wajib untuk diprioritaskan untuk hasil view perfect yang diinginkan itu.

Dari lokasinya, Gunung Bintan berada tepat di Kampung bekapur, Desa Bintan Buyu, kecamatan Teluk Bintan. Dengan ketinggian 400 meter di atas permukaan laut, Gunung Bintan menjadi satu-satunya area teringgi di Bintan. Jadinya disebut dengan gunung meskipun tak begitu tinggi. Gunung ini pun berjarak 55 km dari kota Tanjungpinang, sehingga sepanjang rute dalam menikmati panorama keindahan eksotis akan semakin optimal.

Gunung yang berada di tengah-tengah kota Bintan ini, mempunyai alur yang cukup menantang secara fisik maupun non dari kaki gunung menuju ke area puncaknya. Tetapi, untuk datang kemari, para wisatawan dapat menggunakan transportasi darat pribadi, dari sepeda onthel, motor maupun mobil. Di hari-hari biasa, para pengunjung berjumlah relatif sedikit, akan tetapi tidak jika sedang liburan maupun weekend. Tak sedikit barisan masyarakat dari kota maupun luar kota yang sengaja meluangkan waktu untuk menikmati keindahan eksotis ini sebagai destinasi utamanya.

Cukup dengan 5 ribu rupiah saja, Anda bisa memasuki tempat wisata populer di Bintan ini. Wisata alam dengan pepohonan dari hutan tropis yang tumbuh dengan suburnya menjadi tempat yang selalu sejuk dan memiliki hawa cenderung dingin. Pepohonan bersangkutan meliputi pohon buah, pohon petai, dan tetumbuhan lainnya yang tumbuh beriringan di sepanjang kaki hingga area puncak gunung.

Para masyarakat pun memanfaatkan area dari Kaki Gunung Bintan sebagai lahan pertanian. Hasil pertanian tersebut seperti durian, petai dan buah lainnya yang berbuah di musim tertentu. Bahkan di Gunung ini terdapat pepohonan yang telah ada sejak puluhan hingga ratusan tahun silam, tepatnya di masa Kerajaan Bintan.

Memasuki tempat wisata Gunung Bintan, telah disediakan oleh beragam akomodasi seperti tempat parkir, tempat makan oleh warung-warung yang di sekitar destinasi. Tak hanya keindahan dari luar Gunung Bintan saja, karena di Gunung ini terdapat objek wisata lain yakni air terjun, kemudian terdapat pula area untuk berkemah, tracking dan olahraga alam seperti mendaki dan lainnya. Telah ada peta petunjuk di sisi kanan pintu masuk sebagai pedoman untuk menuju ke area wisata yang diinginkan.

Dari kaki gunung menuju ke area puncak, dibutuhkan waktu sekitar 1 hingga 2 jam lamanya. Tak perlu cemas, telah tersedia akomodasi penunjang menuju ke beberapa area wisata yang diinginkan. Seperti ke air terjun yang telah ada tangga yang nyaman untuk dilintasi. Mengunjungi air terjun akan menemui hasil yang menyenangkan, bilamana di musim hujan karena di musim kemarau debit air yang dimiliki cukup sedikit. Dengan air berlimpah, kesegaran dan bermain di genangan maupun di air terjun secara langsung akan lebih menyenangkan.

Tiga Titik Pasir Putih Awesome di Dekat Danau Toba yang Wajib dan Harus Dikunjungi

Selalu terdapat daya menarik tersendiri dari sebuah kunjungan wisata di Pantai. Bermain dan bersenang-senang di sepanjang hingga sekitar Pantai menjadi moment yang berkesan. Tak jarang pula jika area Pantai seringkali di nomor satukan untuk didatangi. Seperti halnya di Danau Toba yang mempunyai cabang wisata lain berupa Pantai indah dengan pasir berwarna putih. Tepat di pinggiran Danau, jadinya tak terlalu berjauhan dari Danau Toba itu sendiri.

Tentu terasa berbeda dengan suasana Pantai di tepian Danau, yang mana pada umumnya, Pantai berada di tepian laut, adapun air dari perairan ini tawar. Kedalaman yang cukup dangkal sehingga nyaman untuk dipakai berenang. Bila pun Anda enggan untuk menyelam di air Danau ini, pasir putihnya pun sangat cocok untuk dijadikan arena bermain untuk Anda dan keluarga, terutama bagi anak-anak.

Pantai Lumban Bulbul

Pntai Lumban Bulbul berada di Desa Lumban Bulbul, Balige, Toba Samosi, Sumatera Utara. Pantai berpasir putih ini telah lengkap dengan wahana bermain seperti ayunan, payung gazebo, Restoran, Pondok, penyewaan ban, pelampung dan fasilitas lengkap lain-lainnya. Jadinya para wisatawan telah terpenuhi oleh akses akomodasi penunjang yang seringkali diperlukan oleh pengunjung bersangkutan. Dari arah berlawanan yakni tepat dimana mata memandang terdapat bukit hijau. Ini menjadi view yang sangat indah dan asri, yang mana perbukitan hijau tersebut ditumbuhi tanaman yang cukup subur.

Di Pantai ini memiliki tingkat kebersihan yang baik, jadinya kenyamanan para wisatawan benar-benar terjaga dengan optimal. Sangat cocok untuk Anda dan keluarga yang ingin berlibur dan refreshing saat weekend maupun di kala liburan panjang. Kunjungan sebentar maupun menginap pun bisa, karena ada telah ada akomodasi penunjang yang bisa dimanfaatkan dengan mudah.

Pemandian Lumban Silintong

Pemandian-Lumban-Silintong

Pemandian yang berada di Desa Lumban Slintong, Balige, Toba, Samosir, Sumatera Utara ini memiliki perairan yang bersih dan jernih. Destinasi ini seringkali dimanfaatkan sebagai arena pemandian dari air tawar yang segar. Di Pemandian Lumban Silintong termasuk area dengan air yang bersih karena tak sedikit dari sisi pinggiran Danau Toba yang telah ditumbuhi oleh tanaman Eceng gondok dan lumut. Sehingga, di sini, anda dan keluarga bisa menikmati atmosphere yang berbeda dan tentu saja alami.

Byur, gemercik seruan dari tiap-tiap personal yang menceburkan diri dalam berbagai atraksi. Terdapat papan yang dimanfaatkan untuk pangkalan terjun ke perairan. Di sini memang terlihat menarik, akan tetapi, cukup menguji adrenalin pula. Anda pun bisa memulai dari pinggiran lain dengan melompat maupun terjun perlahan-lahan.

Pantai Pasir Putih Parbaba

Pantai-Pasir-Putih-Parbaba

Adalah Pantai yang beralamat lengkap di Desa Hutabolon, Panguruan, Samosir. Terasa seperti di lahan yang serba sejuk bila berada di Pantai ini karena Pantainya yang memiliki air laut bersih dan tawar. Uniknya lagi, pasir yang ada di sekitar Pantai ini berwarna putih kehitam-hitaman. Terasa unik dan lain dari lainnya. Kemudian di arah depan di seberang Pantai, terpapar hamparan tanaman hijau yang menjadi view indah.

Terasa begitu hidup keindahan dengan kunjungan di kala sore dengan suhu yang sepoi-sepoi semakin cocok untuk dijadikan quality time. Waktu yang tepat untuk menikmati keindahan alam di ruang terbuka. Anda dan keluarga bisa duduk Lesehan di pinggir Pantai maupun menyewa portal tempat duduk sembari bersantai. Ditemani oleh minuman maupun alunan musik pun semakin menambah sense yang awesome.

Wisata ke Air Terjun Tanpa Ngos-Ngosan di Pulau Samosir

Pulau Samosir memang tenar dengan wisata danau Toba, akan tetapi, tahukah Anda bahwa terdapat destinasi terbaik lainnya yang wajib Anda kunjungi. Di sekitar Danau terbesar di Asia ini terdapat sebuah air terjun yang dikenal dengan nama Efrata. Destinasi ini wajib dikunjungi untuk Anda yang mendatangi kawasan wisata alam Danau Toba ini.

Air terjun Efrata ini tertarik di Desa Sosor Dolok, Kecamatan Harian atau jika diskalakan ialah 20 km dari pusat kota kabupaten Samosir. Mempunyai panorama yang indah, akan tetapi, wisatawannya terbilang sedikit sekalipun di musim libur. Perihal ini dikarenakan lokasinya yang lumayan jauh dari kota dan belum begitu ternama layaknya Danau Toba yang telah mendunia.

Memang untuk destinasi di Danau dari Pulau Samosir ini, para pengunjung tak hanya bersinggah di Toba saja, tetapi juga ke tempat lainnya. Tuktuk dan Tomok merupakan destinasi selanjutnya yang seringkali dipilih oleh para wisatawan. Tetapi, Air terjun Afrata pun tak kalah amazing-nya untuk dipilih. Terlebih untuk Anda para pecinta alam, yang tak seharusnya melewatkan destinasi ini saat berkunjung ke Sumatera Utara.

Rute menuju ke Sampuran Efrata terbilang tak rata dan lumayan berkelok-kelok, jadinya para wisatawan harus lebih berhati-hati. Di samping itu, di sepanjang jalan menuju ke lokasi, melewati area pedesaan yang tak ketinggalan pula petunjuk yang mengarahkan. Sehingga sangat mempermudah jangkauan para wisatawan untuk sampai di lokasi tanpa harus ngos-ngosan, tutur salah satu traveler bernama Via.

Menuju ke air terjun Efrata sangatlah berbeda dengan perjalanan di air terjun lain, karena tak perlu berjalan kaki maupun mendaki. Rute menuju ke Efrata dapat dijangkau dengan kendaraan bermotor dan bisa berhati-hati agar berkendara lebih nyaman. Melihat adanya arena jalan yang cukup tak beraturan tetapi dapat dilewati oleh para pengunjung yang berdatangan. Selama menempuh perjalanan, para pengunjung melewati pemukiman warga, jadinya lebih nyaman karena ada banyak petunjuk yang membantu. Sekalipun bingung, bisa bertanya pada masyarakat setempat dengan mudah.

Di sisi lain, air terjun ini terbilang cukup tinggi dengan air bersih dan segar yang mengalir dengan derasnya. Tetumbuhan dan pepohonan pun tumbuh di pinggiran dan di sekitar destinasi, hingga menambah asri saja. Namun tetapi, dikarenakan dedaunan dan dahan pohon yang tak dibersihkan membuat area wisata ini kurang bersih optimal. Dikatakan pula bahwa area kolam tempat dimana genangan air terkumpul terlihat kurang bersih karena terdapat ranting dan dahan yang berjatuhan dari pepohonan di atasnya.

Air terjun setinggi 100 meter ini dapat dituju melalui sepeda motor maupun mobil. Kemudian nantinya bisa diparkirkan di rumah-rumah penduduk sekitar yang memang menyediakan layanan penitipan kendaraan. Cukup membayar 2000 rupiah untuk parkir motor dan parkir mobil 5000 rupiah saja. Selanjutnya, dari parkiran menuju ke destinasi dapat dijangkau dengan berjalan kaki dan saat itu pula Anda cukup berjalan dengan mudah tanpa harus ngos-ngosan. Di tambah atmosphere sekitar yang tampak asli dan natural semakin menambah suasana hati menjadi senang saja.

Sebagai peralatan penunjang, Anda bisa mempersiapkannya sedari awal. Seperti kamera yang nantinya dimanfaatkan untuk mengabadikan moment selama berwisata di air terjun ini. Di tambah pula beberapa keperluan lain agar nantinya dapat menikmati suasana di sini dengan lancar. Suasana segar dan sejuk ini sangat pas untuk dinikmati menjelang siang. Jadinya tidak terlalu panas maupun kesorean.

Ada Bangunan Unik Bernama Rumah Jomblo di Banjarbaru, Bagaimanakah Asal Usulnya?

Bangunan bernama rumah ini sebenarnya tampak biasa-biasa, tak ada yang spesial pastinya. Bagaimana tidak, bahan dinding yang berasal dari kayu itupun sudah lapuk dan gentingnya pun sudah mulai usang. Jika diskalakan ukuran rumah ini sangat kecil seperti bangunan orang tak mampu pada umumnya.

Rumah ini mempunyai dua pintu yakni pintu depan dan belakang yang sama-sama terbuka. Jadinya dari arah tersebut, isi rumah dapat terlihat dengan jelasnya. Jika diperhatikan sekalipun hanya sekilas, bagian dalam rumah itu tampak tak beraturan dan berserakan. Sorot ini pun terlihat dari bawah maupun kejauhan karena posisinya yang berada di atas tebing. Gundukan tanah berwarna merah ini berada di wilayah perumahan kawasan Secaba dan Dodiklatpur di Jalan Gunung Kupang, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, kalimantan selatan.

Tinggal sebuah bangunan usang sedangkan di sekitarnya ialah hamparan tanah luas. Tepatnya di area bawah karena rumah unik ini ada di atas tebing sendirian saja. Tak ada bangunan lain hanya ditemani oleh rumput-rumput liar di sekitarnya. Terdapat pula tetumbuhan hijau yang berada di sisi kanan dan kiri rumah tumbuh dengan suburnya, meskipun di atas hamparan tanah yang cukup gersang.

Keberadaan rumah sendirian ini seringkali menyita perhatian dari para wisatawan yang datang, sekalipun rupanya biasa-biasa saja. Perihal ini dikarenakan rumah ini berada di atas ketinggian dan tampak lain dari lainnya. Berdiri dengan kokohnya di atas bukit bertanah merah ditemani oleh beberapa tumbuhan dan rerumputan.

Di tengah-tengah dari area perumahan yang luas ini diduduki oleh bangunan berbahan dari semen layaknya hunian biasa lainnya. Tentunya saja, bangunan dengan nama rumah jomblo ini terlihat kontras dibandingkan rumah-rumah di sekitarnya. Hingga menjadikan hunian ini begitu tampak unik meskipun dari kejauhan. Sehingga, begitu menarik perhatian, khususnya para wisatawan yang datang. Bahkan tak sedikit pula yang menjadikannya sebagai objek untuk berfoto hingga berselfie.

Baru-baru ini, rumah ini seringkali di-up-load oleh para pecinta alam dari Kalimantan Selatan. Adapun terbaginya foto-foto dari rumah ini mendapatkan respond dari banyak pihak. Hingga ditemuinya sebagai sebutan rumah jomblo. Pada awal mulanya, bangunan ini diposting tanpa nama, kemudian terkenal dengan sebutan rumah jomblo oleh para mereka yang berselancar di media sosial.

Nama yang cantik untuk bentuknya yang unik, hingga mengalihkan berbagai perhatian dengan rasa tertarik. Tak sedikit pula yang menyebutkan alasan dari rumah yang hanya sendirian dan diidentikkan dengan jomblo. Tak ada bangunan lain entah itu di sisi kanan maupun kiri bahkan di belakang ataupun depan. Tunggal dan berada di atas tanah tinggi sendiri. Seperti seorang jomblo saja yang sendiri tanpa partner atau pasangan.

Di sini wilayahnya cukup tinggi karena di barisan perbukitan. Jadinya saat pengunjung datang kemari, bisa menyaksikan deretan bangunan di area Kalimantan selatan dari jarak pandang kejauhan. Begitu pula dengan wilayah Kantor Gubernur Kalsel yang terlihat cukup jelas meskipun dalam suatu jarak yang jauh.

Akan tetapi, rumah jomblo ini tak dapat diakses karena tak ada tangga maupun haluan setapak yang mengarah ke rumah bersangkutan. Pada dulunya tempat ini ialah bukit tinggi yang tanahnya turut digali oleh para pengembang untuk dijadikan perumahan.

Menurut kisah dari salah satu warga yakni Kuni, rumah jomblo ini telah ada sejak tahun 2008 lalu, yang mana bangunan tersebut ditinggali oleh para pekerja. Para warga pun lebih mengenal dengan nama rumah satu daripada rumah jomblo.

Tangguhnya Rumah Tanah di Desa Tertua Pulau Samosir Meski Berumur Telah Berumur 300 Tahun

Terdapat sebuah bangunan rumah yang unik dan kokoh meskipun bahan tiangnya hanya dari tanah liat. Rumah tanah ini tepat berada di Desa Sianjur Mula-mula, arah barat dari Pangururan, Samosir, Sumatera utara. Para wisatawan yang berkunjung seringkali memilih rumah tanah ini sebagai background yang unik dan menarik dan tak sedikit pula yang percaya bahwa desa dari rumah tanah ini adalah desa tertua dan menjadi tempat dimana Raja Batak itu tinggal untuk pertama kalinya.

Kokoh meski terbuat dari tanah liat

Secara keseluruhan, rumah tanah ini mempunyai dinding yang berbahan dari tanah liat. Tanah ini pun kokoh hingga tak mencair meskipun diguyur hujan yang begitu deras. Padahal, rumah tanah ini telah berumur 300 tahun. Usia yang sangat tua, tetapi tak menjadikan bangunan ini termakan usia. Tampak kuat menopang pasak dan berdiri dengan bersahaja meskipun tampak usang.

Menurut pendapat penduduk setempat, rumah tua ini ada pemiliknya yakni nenek tua. Adapun nenek berusia 80 tahun tersebut adalah pewaris secara turun menurun dari sang pemiliknya. Kini, nenek tersebut seringkali meninggalkan bangunan unik ini karena menginap di tempat saudara. Sekalipun rumah ini seringkali tak berpenghuni, akan tetapi, rumah tua ini adalah objek yang paling dicari oleh para wisatawan untuk berfoto bersama.

Sisi unik dari rumah tanah

Sisi unik dari bangunan ini pun begitu terlihat jelas, yang mana hunian bertembok tanah liat dan pintu kayu ini masih utuh seperti sedia kala. Tak terlihat ada sedikitpun cidera, sekalipun diguyur hujan dan panas yang tak menentu. Terlihat begitu kokoh tak tergoyahkan, meski usia yang mencapai ratusan tahun lamanya dan masih saja demikian. Terlihat berbeda dari yang lain, namun tak membuat rumah ini terasingkan.

Masyarakat Batak yang tinggal di pulau Samosir, percaya bahwa suku Batak yang pertama berasal dari Desa Sianjur Mula-mula yang tepatnya di Pucuk bukit. Wilayah Sianjur Mula-mula ini adalah salah satu dari 9 kecamatan di Samosir. Desa ini diselimuti oleh deretan tanah perbukitan yang indah dan hijau, di sepanjang bukit itu pun terdapat petak-petak sawah yang terbujur dengan rapi. Secara pastinya, atmosphere yang demikian semakin menambah kenyamanan untuk menuju ke area wisata budaya dan sejarah tersebut. Hingga menjadikan sepanjang perjalanan menuju destinasi melewati rute-rute yang menarik, asri dan bersahabat.

Salah satu wisatawan bernama Pia pun mengatakan bahwa bangunan rumah di sekitar desa ini pada umumnya ialah rumah khas adat Batak atau modern. Hanya saja, terdapat hunian yang tampak unik yakni rumah dengan dinding tanah atau disebut sebagai rumah tanah. Namun sayangnya, ia tak mendapatkan informasi lebih detail seputar tempat tinggal unik itu karena sang penghuni sedang tak ada di rumah, dan hanya sekedar foto-foto saja sebagai hal yang dapat dilakukan.

Tampilan unik dari rumah tanah ini memang sangat berbeda, tampak seperti rumah yang diselimuti oleh tanah liat kering. Akan tetapi tidak, karena memang rumah ini berbahan tanah liat itu sebagai dindingnya secara keseluruhan. Kemudian bagian pintunya pun kayu dan atapnya dari barisan genting yang tersusun miring dengan teratur. Tanah liat yang umumnya mudah memudar saat terguyur hujan.

Anda Ingin Foto Prewedding yang Lain Dari yang Lain? Ke Dalem Kalitan Solo Saja!

Dalem Kalitan adalah sebuah nama dari salah satu rumah yang berada di Kampung Kalitan, Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Solo. Di era lampau, tempat tinggal khas Joglo ini seringkali dipilih Pak Soeharto dan keluarga sewaktu berada di di kota Surakarta ini. Namun kini, selepas Mantan Presiden RI dan istrinya wafat, Keluarga Soeharto jarang sekali datang dan menginap di Dalem Kalitan ini.

Belum lama ini, Dalem Kalitan menjadi objek wisata yang seringkali didatangi oleh para wisatawan domestik hingga mancanegara, terutama kala libur. Selain kunjungan piknik, Daleman Kalitan pun dijadikan sebagai destinasi unik dan lain dari lainnya sebagai foto prewedding. Secara pastinya, suasana berbeda untuk foto prewedding akan tampak berbeda dalam balutan background unik dan klasik dari rumah Joglo. Adapun tanah Joglo ini berluas satu hektare yang beralamat lengkap di Jalan Kalitan No.17, Surakarta.

Terbilang cukup banyak para wisatawan yang menyambah Dalem Kalitan ini, yang umumnya ialah masyarakat dari luar Solo, bahkan tak jarang pula ditemui adanya turis selaku wisatawan manca negara. Kunjungan para wisatawan semakin membludak dari hari biasanya saat jatuh para hari minggu maupun liburan seperti weekend. Disinyalir masyarakat kota Surakarta sendiri terbilang belum banyak yang datang, bahkan umumnya mereka belum mengetahui bahwa Dalem kalitan adalah salah satu objek wisata terbaik di kota Solo.

Sisi eksterior

Rumah Joglo di atas tanah seluas seribu meter ini memiliki beberapa komponen, seperti ruas tanah yang luas, pendopo yang nyaman dan posisinya ada di pojok kanan, serta tersedia peralatan musik Jawa bernama gamelan yang khas dengan nada-nada yang dihasilkannya. Alunan musik pun semakin menumbuhkan atmosphere tradisional yang syahdu sembari menikmati keindahan khas dari rumah Joglo dan sekitarnya ini.

Sisi interior

Beralih ke sisi ruang, terdapat foto dari Soeharto dan sang istri bu Tien semasa hidupnya, yang kini abadi di ruang-ruang tersebut. Gambar dari presiden yang pernah menjabat di masa dulu beserta sang istri menjadi perantara antara masa kini dan lampau. Tampak seperti sejarah yang abadi dan terkenang melalui gambar tersebut. Di sisi lain, terdapat benda-benda antik dan klasik seperti perlengkapan makan yang tersimpan dengan baik di dalam lemari kaca. Jadinya bisa diperhatikan dari luar dengan jelas.

Beranjak ke senses yang berbeda, Dalem kalitan pun memiliki sisi awesome dan keunikan tersendiri, sehingga sangat cocok untuk foto prewedding. Adapun hasil nantinya, gambar yang diperoleh pun memiliki ciri unik dan khas, tentu lain dari lainnya karena ada sentuhan yang berbeda. Hanya saja, belum banyak yang mengetahui bahwa Dalem kalitan adalah salah satu tempat terbaik untuk foto prewedding dengan sense yang lebih berbeda. Seperti kesan tradisional yang teramat hidup dan pastinya menjadikan foto prewedding lebih berbeda dari yang lain.

Sense berbeda

Dalem Kalitan sendiri memiliki senses romantik untuk foto prewedding, sekalipun belum banyak yang meliriknya. Anda pun bisa menjadikan Dalem Kalitan sebagai destinasi foto prewedding nanti. Bahkan bisa menjadi pasangan yang kedua setelah Yunianto Agung selaku salah satu masyarakat kota Solo yang pernah berfoto prewedding di area sini, sekitar tahun 2014 lampau. Adapun menurut pengakuan Yunianto sendiri, ia adalah orang pertama yang mengaplikasikan foto prewedding di tanah Joglo Dalem Kalitan. Jika pun Anda menginginkan sense yang berbeda untuk foto prewedding, Dalem Kalitan memang cocok untuk dipilih.

Menikmati Satu Hari Kunjungan ke Desa Adat Sentajo

Selama ini mungkin Anda sendiri bosan dengan mendatangi obyek wisata yang kebanyakan hanya tawarkan keindahan alamnya saja, sekali-kali cari tema berbeda untuk liburan Anda, tak harus dengan pantai, gunung atau juga kuliner, melainkan budaya. Apa sih di Indonesia ini yang tak dimiliki, termasuk dalam negara yang kaya akan berbagai budaya, beda suku, bahasa dan tentunya ada hal unik yang bisa didapatkan disini, salah satunya adalah seni. Selain dijadikan sebagai hiburan mengunjungi sebuah tempat wisata budaya juga menambah nilai edukasi bagi Anda.

Pekanbaru, salah satu daerah yang ada di Riau, apa yang selama ini terlintas di kepala Anda terkait dengan daerah tersebut, mungkin jarang sekali yang menengok wisata budaya yang ditawarkan disini, karena kebanyakan memang hanya senang dengan obyek wisata alam, khususnya maritim yang ada disini. Namun satu hal yang juga tak boleh Anda lupakan adalah dengan mendatangi kawasan pemukiman dari warga, tepatnya adalah di daerah Kuangsing, ini merupakan wisata adat dari masyarakat di Sentajo, Anda akan disuguhkan oleh rumah besar nan tinggi yang terbuat dari kayu asli.

Ini adalah rumah adat dari masyarakat yang ada disini, bangunannya masih kokoh dengan tambahan cat warna-warni. Sangat khas dari masyarakat zaman dahulu, apalagi jika Anda melihat dari desainnya. Bangunan tersebut disangga dengan kayu-kayu kokoh yang ukurannya cukup tinggi, nampak seperti rumah panggung. Memang bukan hal yang mustahil jika kebanyakan warna sekilas memang masih mengaplikasikan konsep rumah ini, mengingat banyak diantara binatang liar yang masih hidup di kawasan tersebut, demi keamanan rumah panggung masih digunakan.

Di sampingan rumah yang satu ini ada sebuah garasi pacu yang didalamnya disini dengan kuda-kuda, inilah daya tarik dari kawasan ini, karena memang kebanyakan diantara masyarakatnya masih menggunakan kuda sebagai sarana transportasi. Ada beberapa kuda yang siap mengantar Anda untuk berkeliling desa. Tak kalah dengan hal tersebut ada satu lagi keunikan yang wajib untuk Anda tengok yaitu sambutan menarik dengan suguhan tari khas daerah. Hanya saja konsep dari tari tradisional yang satu ini juga agak unik dibandingkan dengan tari-tari lainnya.

Jika biasanya pengunjung diberikan liukan lemah gemulai dari para penari maka disini tidak, Anda justru akan disajikan sebuah atraksi antara tali dengan silat, dua orang akan memamerkan keunggulan mereka di hadapan penonton, memakai kain adat yang khas diiringi dengan tabuhan gamelan atau musik tradisional ia akan menemani beberapa menit waktu Anda selama berada disini. Kebiasaan dari masyarakat di kawasan ini memang dengan memberikan sambutan terbaik pada tamu mereka, sehingga bukan hal yang mengherankan jika sekali ada yang datang maka ratusan masyarakat akan langsung memadati rumah singgah.

Rumah singgah dengan konsep rumah panggung tersebut bisa memuat banyak orang, meskipun terlihat lawas, namun ternyata sangat kokoh. Didalamnya nanti Anda akan langsung menemukan dekorasi unik, jauh dari konser rumah modern. Selesai penyambutan akan langsung dilanjutkan dengan makan-makan. Sajian kuliner khas ini tentunya patut untuk Anda rasakan. Banyak hal baru yang dapat ditemukan selama berada disini, agar Anda tak melupakannya bawa kamera untuk mengabadikan moment sebanyak-banyaknya. Satu hal yang harus diingat karena memang Anda akan menyambangi budaya lokal maka sebaiknya kenakan busana yang sopan. Kawasan ini masih terlalu jauh dikatakan terkena dampak dari globalisasi budaya luar negeri.